Thursday, November 12, 2015

Penanda Paragraf



            Menurut Tarigan (1994: 107), “secara konkret istilah paragraf hanya terdapat pada ragam bahas tulis karena jalinan kalimat yang membentuk sebuah paragraf hanya dapat diidentifikasikan dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa lisan sangat sulit mengidentifikasi apakah jalinan kalimat yang diucapkan oleh seseorang itu berupa paragraf atau bukan. Karena itu, penyebutan paragraf dalam pembicaraan itu merujuk pada ragam bahas tulis.”
            Pada ragam bahasa tulis paling tidak ada dua penanda yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah paragraf, yaitu:
1) Paragraf ditandai dengan permulaan kalimat yang menjorok ke dalam, kira-kira lima (5) atau tujuh (7) ketukan mesin ketik. Oleh karena itu, pembaca dengan mudah dapat mengenali permulaan tiap-tiap paragraf. Bahkan jika perlu, pembaca pun dapat menghitung jumlah paragraf dalam sebuah karya sastra.
2) Perenggangan, yaitu dengan memberi jarak tertentu antara paragraf yang satu dengan yang lain. Lebar perenggangan itu umumnya lebih renggang jarak spasi yang digunakan dalam tulisan yang bersangkutan.

No comments:

Post a Comment

 
 
K
A
J
E
J
S
U
P
A
H
G
N
E
P
G
N
A
S