Menurut
Tarigan (1994: 107), “secara konkret istilah paragraf hanya terdapat pada ragam
bahas tulis karena jalinan kalimat yang membentuk sebuah paragraf hanya dapat
diidentifikasikan dalam bentuk tertulis. Dalam bahasa lisan sangat sulit
mengidentifikasi apakah jalinan kalimat yang diucapkan oleh seseorang itu
berupa paragraf atau bukan. Karena itu, penyebutan paragraf dalam pembicaraan
itu merujuk pada ragam bahas tulis.”
Pada
ragam bahasa tulis paling tidak ada dua penanda yang digunakan untuk
mengidentifikasikan sebuah paragraf, yaitu:
1) Paragraf ditandai dengan permulaan kalimat yang
menjorok ke dalam, kira-kira lima
(5) atau tujuh (7) ketukan mesin ketik. Oleh karena itu, pembaca dengan mudah
dapat mengenali permulaan tiap-tiap paragraf. Bahkan jika perlu, pembaca pun
dapat menghitung jumlah paragraf dalam sebuah karya sastra.
2) Perenggangan, yaitu dengan memberi jarak
tertentu antara paragraf yang satu dengan yang lain. Lebar perenggangan itu
umumnya lebih renggang jarak spasi yang digunakan dalam tulisan yang
bersangkutan.
No comments:
Post a Comment